Kabupaten Maluku Tenggara Barat beribukota di Saumlaki, secara geografis terletak antara 6o- 8o LS dan antara 126o- 132o BT yang terbagi menjadi 17 Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Laut Timor dan Samudera Pasifik di sebelah selatan, sebelah utara berbatasan dengan Laut Banda, sebelah timur berbatasan dengan Laut Arafura dan sebelah barat berbatasan dengan Laut Flores dengan luas daerah secara keseluruhan 125.422,40 Km2.
Dilihat dari segi ekonomi, total nilai PDRB yang dicapai Kabupaten Maluku Tenggara Barat pada tahun 2006 sebesar 391,61 miliar rupiah dengan konstribusi terbesar berasal dari sektor pertanian sebesar 200,45 miliar rupiah sektor perdagangan, hotel, restoran sebesar 105,07 miliar rupiah dan dari sektor jasa sebesar 45,48 miliar rupiah.
Senin, 07 Februari 2011
Sejarah Maluku Tenggara
MUNGKIN karena letaknya lebih jauh dan terpencil dari Kota Ambon, Maluku Tenggara kurang populer. Sejak abad ke-15, nama Maluku sudah dikenal lewat berbagai literatur lama, namun biasanya yang sering disebut adalah Ternate, Tidore, Halmahera, Seram, atau Ambon sendiri. Nama-nama daerah di Maluku Tenggara seperti Aru, Kei, atau Tanimbar seolah kalah populer. Aru umpamanya, Kepulauan ini pernah menjadi mimpi banyak petualang di mana-mana.
Dulu, penduduk Aru sering menjual burung cendrawasih tanpa kaki kepada pelaut-pelaut asing yang singgah di sana. Sebegitu mempesonanya unggas itu -biarpun cuma berupa bulu dan tubuh sampai-sampai orang di Eropa yakin bahwa burung itu memang kawin dan bertelur di 'awan', lalu menyimpulkan bahwa cendrawasih berasal dari surga! Ahli botani dan taksonomi Carolus Linnaeus (1707-1778) bahkan menamainya Paradisaea apoda, burung surga tak berkaki. Dalam buku "Ring of Fire" (1988), catatan Linnaeus juga mengilhami petualang kakak beradik Blair dari Inggris yang berlayar sembilan bulan di Indonesia pada tahun 1973. Rupanya salah satu misi utama petualangan mereka adalah membuktikan pesona cendrawasih.
Dulu, penduduk Aru sering menjual burung cendrawasih tanpa kaki kepada pelaut-pelaut asing yang singgah di sana. Sebegitu mempesonanya unggas itu -biarpun cuma berupa bulu dan tubuh sampai-sampai orang di Eropa yakin bahwa burung itu memang kawin dan bertelur di 'awan', lalu menyimpulkan bahwa cendrawasih berasal dari surga! Ahli botani dan taksonomi Carolus Linnaeus (1707-1778) bahkan menamainya Paradisaea apoda, burung surga tak berkaki. Dalam buku "Ring of Fire" (1988), catatan Linnaeus juga mengilhami petualang kakak beradik Blair dari Inggris yang berlayar sembilan bulan di Indonesia pada tahun 1973. Rupanya salah satu misi utama petualangan mereka adalah membuktikan pesona cendrawasih.
Sejarah Kota Masohi dan Maluku Tengah
Pembangunan Kota Masohi pada hakekatnya merupakan realisasi dari cita – cita yang bersandikan pengakuan etnologi yang hidup dalam hati nurani penduduk Daerah Tingkat II Maluku Tengah cita – cita untuk kembali ke Seram Nusa Pulau Ibu. Nusa Ina Pulau Ibu, pulau harapan untuk Maluku di Maluku di Masa depan, pulau pujaan bagi penduduk pulau – pulau Ambon, Lease, Buru, dan Banda, menjadi tempat berdirinya Ibu Kota Maluku Tengah .
Hal mana sesuai dengan ratusan jiwa yang nampak dalam pepatah “ Nunusaku Sama Ito Waelo Telo �? yang merupakan getaran jiwa yang sudah lama terpedam, kini bangun kembali.Diwaktu lampau, dimana sebelum orang Barat tiba di maluku pulau Seram merupakan pulau yang sangat penting di Daerah Maluku Tengah, penduduknya menyebar mendiami pulau Seram merupakan pulau yang sangat penting di Daerah Maluku Tengah, penduduknya menyebar mendiami pulau – pulau Ambon, Lease, Buru dan Banda, dimana mereka menetap dan membaur dengan penduduk out tochoom (penduduk asli) disana.Seram diwaktu penjajah Belanda dengan VOC dan Pasukan Hongi Tochtonnya pada perang huamual, di gambarkan dan telah di musnakan habis, betapa kejam tindakan sipenjajah dapat dibaca dalam buku “ De Amboncho Historie �? karangan Rumphius .
Hal mana sesuai dengan ratusan jiwa yang nampak dalam pepatah “ Nunusaku Sama Ito Waelo Telo �? yang merupakan getaran jiwa yang sudah lama terpedam, kini bangun kembali.Diwaktu lampau, dimana sebelum orang Barat tiba di maluku pulau Seram merupakan pulau yang sangat penting di Daerah Maluku Tengah, penduduknya menyebar mendiami pulau Seram merupakan pulau yang sangat penting di Daerah Maluku Tengah, penduduknya menyebar mendiami pulau – pulau Ambon, Lease, Buru dan Banda, dimana mereka menetap dan membaur dengan penduduk out tochoom (penduduk asli) disana.Seram diwaktu penjajah Belanda dengan VOC dan Pasukan Hongi Tochtonnya pada perang huamual, di gambarkan dan telah di musnakan habis, betapa kejam tindakan sipenjajah dapat dibaca dalam buku “ De Amboncho Historie �? karangan Rumphius .
Pantai Liang Terindah di Indonesia (Maluku Tengah)
Pantai Hunimua, Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah, biasa disebut Pantai Liang, menempati peringkat pertama terindah di Indonesia berdasarkan hasil penelitian Badan PBB yang mengurusi pembangunan global (UNDP) tahun 1990.
"Keindahan Pantai Hunimua mengalahkan Bunaken yang berada pada peringkat ketiga atau pantai-pantai lainnya di Indonesia," kata Wakil Gubernur (Wagub) Said Assagaff di sela acara Pagelaran Seni dan Budaya antara dua negeri bersaudara Liang dan Waai di pantai tersebut, Sabtu (1/5). Pantai Hunimua atau Pantai Liang menempati urutan tertinggi karena memiliki panorama bawah laut yang sangat memikat.
Profil Kabupaten Maluku Tengah
Kabupaten Maluku Tengah beribukota di Masohi ini memiliki luas wilayah secara keseluruhan 11.595,57 km2 terbagi menjadi 11 Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Laut Seram di sebelah utara, Laut Banda di sebalah selatan, Kabupaten Buru di sebelah barat, serta Provinsi Papua di sebelah timur.
Aktivitas perdagangan lebih mendominasi kegiatan perekonomian dan hanya bisa diungguli oleh aktivitas pertanian dalam arti luas: pertanian tanaman bahan makanan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Di Maluku Tengah terdapat 10 pasar dengan pusat kegiatan tersier ini berada di Pasar Binaya di Kecamatan Kota Masohi, pasar ini melayani perdagangan besar dan eceran meliputi kebutuhan pokok hingga elektronika dengan distribusi barang-barang ke berbagai pulau di Kabupaten yang 92,4 persen wilayahnya berupa laut.
Aktivitas perdagangan lebih mendominasi kegiatan perekonomian dan hanya bisa diungguli oleh aktivitas pertanian dalam arti luas: pertanian tanaman bahan makanan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Di Maluku Tengah terdapat 10 pasar dengan pusat kegiatan tersier ini berada di Pasar Binaya di Kecamatan Kota Masohi, pasar ini melayani perdagangan besar dan eceran meliputi kebutuhan pokok hingga elektronika dengan distribusi barang-barang ke berbagai pulau di Kabupaten yang 92,4 persen wilayahnya berupa laut.
Eksploitasi Emas Wetar Hingga LNG Masela, Elegi Warga Maluku Barat Daya
Meratap di Lembah Kemiskinan, Tersesat di Lorong-lorong Panjang Kekecewaan Menelisik Kabupaten Maluku Barat Daya adalah membuka sebuah tirai ironi. Sebuah fenomena yang paradoks antara kenyataan (realita) dan harapan. Kaya akan sumber daya alam (SDA), tapi 57 persen rakyat di wilayah peralihan Keresidenan (Residentie) Timor pada 1926 itu masih terbelenggu rantai kemiskinan
ADA tebaran sukacita ketika Penjabat Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Angky Renjaan dalam keterangannya kepada pers di Wonreli, Pulau Kisar, sehari sebelum perayaan detik-detik proklamasi RI ke-65 dan penutupan Sail Banda 2010 di dekat Lapter Jhon Bakker, Desa Purpura Kisar, Kecamatan Pulau-pulau Terselatan, memprediksi bahwa pada 2016 mendatang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten MBD bakal menjadi APBD tertinggi di Provinsi Maluku.
Dobo, Kota Kecil yang Haus Pesta (Kepulauan Aru)
Kota ini kelihatan gersang,tapi bukanlah sahara yang maha luas dengan permadani pasir beterbangan,Indah dan luas. konsekwensi dari otonomi daerah mengharuskan Maluku Tenggara memecah dirinya,termasuk Kepulauan Aru yang jauh itu, mungkin demi sebuah pemerataan. Dobo,demikian pulau yang menjelma berupa kota kecil yang sibuk, orang orang kemudian hilir mudik,berdesak desakan saking kecilnya. Bayangkan kota dobo walau ibu kota kabupaten, kita dapat mengitarinya hanya dengan jalan kaki,tak perlu naik angkot atau kendaraan lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)










