Senin, 07 Februari 2011

Profil Kabupaten Maluku Tenggara Barat

Kabupaten Maluku Tenggara Barat beribukota di Saumlaki, secara geografis terletak antara 6o- 8o LS dan antara 126o- 132o BT yang terbagi menjadi 17 Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Laut Timor dan Samudera Pasifik di sebelah selatan, sebelah utara berbatasan dengan Laut Banda, sebelah timur berbatasan dengan Laut Arafura dan sebelah barat berbatasan dengan Laut Flores dengan luas daerah secara keseluruhan 125.422,40 Km2.




Dilihat dari segi ekonomi, total nilai PDRB yang dicapai Kabupaten Maluku Tenggara Barat pada tahun 2006 sebesar 391,61 miliar rupiah dengan konstribusi terbesar berasal dari sektor pertanian sebesar 200,45 miliar rupiah sektor perdagangan, hotel, restoran sebesar 105,07 miliar rupiah dan dari sektor jasa sebesar 45,48 miliar rupiah.



Wilayah Maluku Tenggara Barat ini sebagian besar berupa samudera yang didalamnya terdapat berbagai segala ragam jenis ikan dan kekayaan alam lainnya dengan potensi perikanan disini seperti tuna, cakalang, tongkol, marlin, tengiri. Sebagian besar nelayan menangkap ikan masih menggunakan sarana berupa pancing, jaring, bubu, jala, dan alat pengumpul lainnya dengan sentra penghasil ikan diwilayah ini di Kecamatan Tanimbar selatan dan Tanimbar Utara. Daratan yang ada digunakan untuk mengembangkan perkebunan, dengan komoditi perkebunannya meliputi: kelapa, cengkeh, kakao, pala, kopi, mete, dan kapuk dengan produksi terbesar adalah kelapa.

Kopi, pala, kakao, cengkeh, dan hasil ikan laut beku melalui Provinsi Maluku diekspor ke luar negeri dengan negara-negara tujuan ekspor diantaranya adalah Cina, Hongkong, Jepang, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Australia. Beberapa wilayah di Maluku merupakan suatu hamparan yang bisa dijadikan sebagai kawasan pengembangan peternakan yang terkonsentrasi. Secara umum wilayah Maluku memiliki kesesuaian dimana lahan pengembangan peternakan meliputi lahan kosong, padang pengembalaan, kebun kelapa dan lahan pekarangan. Jenis ternak di Provinsi Maluku yang mempunyai potensi dan akses pengembangan agribisnis yaitu, sapi potong dan unggas yang terdiri dari ayam buras, ras pedaging dan ras petelur serta itik.

Kabupaten Maluku Tenggara Barat ini juga memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan meliputi wisata alam berupa wisata alam, taman laut, hutan alam, serta wisata budaya dan peninggalan sejarah. Daerah ini juga memiliki potensi dipertambangan dengan bahan galian yang ada berupa barite, emas, belerang, tembaga, minyak bumi, pasir besi, perak dan logam dasar jenis pyrite dan galeryt.

Sumber :
http://regionalinvestment.com/newsipid/displayprofil.php?ia=8101 

1 komentar:

  1. bagus blognya, informasi nya sangat bermanfaat bagi saya. Saya mau daftar CPNS di Maluku tenggara, namun saya belum tahu kapal laut apa/ pesawat apa yang bisa menuju ke MALRA.

    BalasHapus