Senin, 07 Februari 2011

Dobo, Kota Kecil yang Haus Pesta (Kepulauan Aru)



Kota ini kelihatan gersang,tapi bukanlah sahara yang maha luas dengan permadani pasir beterbangan,Indah dan luas. konsekwensi dari otonomi daerah mengharuskan Maluku Tenggara memecah dirinya,termasuk Kepulauan Aru yang jauh itu, mungkin demi sebuah pemerataan. Dobo,demikian pulau yang menjelma berupa kota kecil yang sibuk, orang orang kemudian hilir mudik,berdesak desakan saking kecilnya. Bayangkan kota dobo walau ibu kota kabupaten, kita dapat mengitarinya hanya dengan jalan kaki,tak perlu naik angkot atau kendaraan lainnya.


Di pinggir pinggir jalan sudah mulai ramai dengan jajanan kuliner, sore hari hingga malam hari, bakso rusa,sari laut,gorengan,ikan ikan bakar khas maluku, hingga jajanan jajanan khas lainya. Terutama pada setiap jelang malam minggu, warga dari desa desa pada melancong ke kota, beramai ramai menumpahkan kelelahannya juga harta hasil nelayan mereka dengan cara berpesta. Aneh memang, sebagai kota kecil yang masih tertatih dan masih kaya oleh mutiara mutiara laut, di dalamnya masih dihuni oleh manusia manusia yang sangat konsumtif.

Malam minggu telah tiba, sebuah lokalisasi sudah terlegalkan sejak dini, jauh sebelum kita memprediksi bahwa kota yang biasa ini,sudah disediakan lokalisasi. banyak orang berkunjung dari berbagai desa, mereka harus menempuh perjalanan laut dengan perahu kecil untuk tiba di dobo.

Malam telah tiba, uang uang yang mereka dapat terhambur ke sana kemari, pesta telah dimulai. Walau yang lain cepat terlelap,tapi lokalisasi dan juga beberapa kafe masih kerlap kerlip, suara musik mengalun di sana.

Kota ini terlalu cepat menjadi bukan dirinya. Sementara di desa desa,tempat keluarga mereka tidur dan berselimutkan suara suara burung malam, rumah rumah reyot, keadaan rumah yang perlu diperbaiki, dan esoknya anak anak harus menguatkan kakinya berangkat ke sekolah.

Kepulauan Aru, sebuah kabupaten yang kaya akan hasil bumi. Di sini mutiara melimpah, tapi anak anak harus menggigit jari untuk menikmati manisnya bersekolah. Sarana sarana pendidikan,kesehatan,melimpah ruah tanpa sumber daya manusia yang memadai.

Esok harinya,ketika matahari siang membangunkan orang orang yang terlelap di pesta tadi malam, mereka hanya akan menguap karena masih mengantuk, setelah itu pulang ke desa masing masing. Pesta telah usai, dan saatnya mencari nafkah lagi.

Dobo begitu indah,lihatlah pantai koraevar, di sana menawarkan keindahan, duduk di sana ibarat berhadapan dengan puisi. pasir pasir begitu bersih, nunjauh di sana bertebaran pulau pulau kecil, itulah bagian dari desa desa.kota ini menyisakan kenangan, bukan karena pestanya, bukan karena sisi itu. Tapi di sana saya pernah melawan laut.

Menuju kejauhan, demi menyembuhkan yang sakit.

Aku pernah terguncang di ombaknya laut lepas
Terjebak dan diapit oleh rimba pulau pulau pada tengah malam

Dan di sana aku merasakan, Allah s.w.t tak pernah melepaskan genggamanya pada kausalitas.

Manusia benar benar tak punya daya apa apa.

Wallahu alam

Sumber :
Rustan Ambo Asse
http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2010/01/05/dobo-kota-kecil-yang-haus-pesta/

Sumber Gambar :
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/
http://www.worldatlaspedia.com/es/asia-indonesia-propinsi-maluku-tanjung-arousu/fotografias/listadoFotografias?idLocalizacion=1651200

10 komentar:

  1. memang indah.Dobo nga asing dengan mutiaranta..12 hari mengarungi laut Aru yg begitu hebat..demi tugas menyelamatkan pulau2 kecil terluar.

    BalasHapus
  2. di Aru sy dr tgl 06 juni s/d 27 juni Gan...sy kangen dengan keakraban orang2 di pulau2kecil terluar yg di sebut orang mencari...ararkula, kultubai selatan & utara warabal karaweira besar & kecil karang. Enu & Batugoyang..sy banyak di bantu oleh mereka terutama kepala desa...alhamdulilah gan di pulau itu telah sy pasang Tugu Prasasti bahwa ini milik indonesia.....Salam hangat dr sy gan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Abeng Thanks Kebanggaanx Atas Keakraban Orang2 Aru, Saya Mengucapkan Terima Kasih..Saya Asli Dari Karey..
      Salam Kompak Slalu...

      Hapus
  3. Kapaaaaan... bisa ke Aru.. Baru sampai Ambon. DI Ambon saja saya sudah ter[esona dengan tempat, orang, dan budayanya..... Rasanya tidak sabar menjelajah kab-kab lain di Maluku...

    BalasHapus
  4. http://www.facebook.com/photo.php?fbid=290918244293292&set=a.290916897626760.78067.100001253569326&type=1&theater

    BalasHapus
  5. NGOMONG2 soal pulau DOBO.. aku jd kngen sma T4 KLAHIRANqu. insya ALLAH SYA Bs ksna lgi.

    BalasHapus
  6. rindu untuk pulang ke kampun halaman,, itu pasti ada bagi setiap orang yg merantau..
    tetapi lebih baik lagi bila kita bisa pulang di samping untuk melepas rasa rindu akan kampung halaman,, tetapi juga membawa sesuatu yg bernilai positif untuk dapat terus membangun tempat kelahiran kita menjadi lebih baik,, lebih aman dan tentram untuk warga lokal maupun wisatawan yg ingin ikut merasakan keindahan tempat lahir kita untuk di jadikan sebuah kenangan bagi para wisatawan dan intropeksi kedepanya untuk kita warga lokal ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Faisal Seainadix Bupati Dobo Itu Memperhatikan Tempat2 Wisatax, Saya Rasa Wisatawan Berbondong2 Untuk Ke Kab. Aru Tercinta..Soalx Klw D Lihat Sebelah Barat Maupun Timur Sangat Indah...Pengen Skali Lihat Tempat Wisatax Dobo Itu D Kembangkan Menjadi Yang Terindah...

      Hapus
  7. saudaraku disanan semoga dia baik2 saja

    BalasHapus
  8. Kabupaten Aru Memank Slalu D Hati...Slalu Ku Kenang...

    Kangen Kampung Karey

    BalasHapus